1. Pengertian dan karakteristik kelompok
Pengertian kelompok
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang berinteraksi dan
mereka saling bergantung (interdependent) dalam rangka memenuhi
kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling
mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968; Lewin, 1948)
Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan
teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas,
struktur dan norma-norma tertentu.
Karakteristik kelompok
1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
2. Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok
3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga
anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal
satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota
kelompoknya.
2. Tahap pembentukan kelompok
Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas.
Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki
itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas
yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus
mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi
ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap
storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan
dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai
satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing
anggota untuk kelompok.
Tahap 4 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar
dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal.
Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling
respect dalam berkomunikasi.
Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok
bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.
3. Kekuatan team work
Teamwork adalah "pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa
asosiasi dengan masing-masing melakukan bagian tetapi semua mensubordinasi
keunggulan pribadi untuk efisiensi keseluruhan".
Dalam teknik akuntansi lingkungan bisnis dapat digunakan
untuk memberikan tindakan keuangan manfaat kerja sama tim yang berguna untuk
membenarkan konsep. Teamwork semakin dianjurkan oleh pembuat kebijakan
perawatan kesehatan sebagai sarana menjamin kualitas dan keamanan dalam
pengiriman layanan, sebuah komite dari Institute of Medicine merekomendasikan
pada tahun 2000 bahwa program keselamatan pasien "mendirikan program
pelatihan tim interdisipliner bagi penyedia yang menggabungkan metode terbukti
pelatihan tim, seperti simulasi."
Dalam perawatan kesehatan, analisis konsep sistematis pada
tahun 2008 menyimpulkan kerja sama tim untuk menjadi "sebuah proses
dinamis yang melibatkan dua atau lebih profesional kesehatan dengan latar
belakang pelengkap dan keterampilan, berbagi tujuan kesehatan umum dan
berolahraga upaya fisik dan mental bersama dalam menilai, merencanakan, atau
mengevaluasi perawatan pasien . " Di tempat lain kerja sama tim
didefinisikan sebagai" perilaku-perilaku yang memfasilitasi interaksi
anggota tim yang efektif, "dengan" tim "didefinisikan
sebagai" sekelompok dua atau lebih individu yang melakukan beberapa tugas
yang terkait dengan pekerjaan, berinteraksi satu sama lain secara dinamis,
memiliki masa lalu bersama, memiliki berbagi masa mendatang, dan berbagi nasib
yang sama
4. Implikasi manajerial
Implikasi
manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan
kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa
implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi
transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus
halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka
meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang
kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana
mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik
dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara
ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu
organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi
manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.
Daftar pustaka :
http://sofiaribowo.wordpress.com/2013/06/22/pengertian-dan-karakteristik-kelompok/
http://hudahaksonoug.blogspot.com/2014/06/bekerjasama-dalam-teamkelompok-atau.html
Rabu, 02 Juli 2014
Kamis, 15 Mei 2014
Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
1. Definisi dan Dasar
Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat
dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan
suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap
proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keputusan
dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan.
Dasar Dalam Pengambilan
Keputusan
George R. Terry
menyebutkan 5 dasar dalam pengambilan
keputusan, yaitu:
1. Intuisi
Pengambilan keputusan
berdasarkan intuisi adalah pengambilan keputusan yang berdasarkan
perasaan yang sifatnya subyektif. Dalam pengambilan keputusan berdasarkan
intusi ini, meski waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif
pendek, tetapi keputusan yang dihasilkan seringkali relatif kurang baik
karena seringkali mengabaikan dasar-dasar pertimbangan lainnya.
2. Pengalaman
Pengambilan keputusan
berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena dengan
pengalaman yang dimiliki seseorang, maka dapat memperkirakan keadaan sesuatu,
dapat memperhitungkan untung-ruginya dan baik-buruknya keputusan yang akan
dihasilkan.
3. Wewenang
Pengambilan keputusan
berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya, atau
oleh orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih
rendah kedudukannya. Hasil keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang
cukup lama dan memiliki otentisitas (otentik), tetapi
dapat menimbulkan sifat rutinitas, mengasosiasikan dengan praktek diktatorial
dan sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat
menimbulkan kekaburan.
4. Fakta
Pengambilan keputusan
berdasarkan data dan fakta empiris dapat memberikan keputusan yang sehat, solid
dan baik. Dengan fakta, tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat
lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan yang dibuat itu dengan
rela dan lapang dada.
5. Rasional
Pada pengambilan
keputusan yang berdasarkan rasio, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif,
logis, lebih transparan dan konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai
dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati
kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pengambilan keputusan secara
rasional ini berlaku sepenuhnya dalam keadaan yang ideal. Pada pengambilan
keputusan secara rasional terdapat beberapa hal sebagai berikut:
- Kejelasan masalah: tidak ada keraguan dan kekaburan masalah.
- Orientasi tujuan: kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
- Pengetahuan alternatif: seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
- Preferensi yang jelas: alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria.
- Hasil maksimal: pemilihan alternatif terbaik berdasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal
Jenis
keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu
yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi
harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi
mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar
jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
- Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah
Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah
dikembangkan untuk mengendalikannya.
- Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin
adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusa
1. Faktor posisi/kedudukan
Dalam
kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam
hal berikut :
-
Letak posisi; dalam hal ini apakah is sebagai pembuat keputusan (decision
maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer).
-
Tingkatan posisi; dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan,
organisasional, operasional, teknis.
2. Masalah
Masalah
atau problem adalah apa yang menjadi peng-halang untuk tercapainya tujuan, yang
merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau
dikehendaki dan harus diselesaikan.
3. Situasi
Situasi
adalah keseluruhan faktor-faktor dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain,
dan yang secara bersama-sama memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa
yang hendak kita perbuat.
Faktor-faktor
itu dapat dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut :
- Faktor-faktor yang konstan (C), yaitu faktor-faktor
yang sifatnya tidak berubah-ubah atau tetap keadaanya.
- Faktor-faktor
yang tidak konstan, atau variabel (V), yaitu faktor-faktor
yang sifatnya selalu berubah-ubah, tidak tetap keadaannya.
4. Kondisi
Kondisi
adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya
gerak, daya ber-buat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut
merupakan sumber daya-sumber daya.
5. Tujuan
Tujuan
yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan
organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu/ telah ditentukan.
Tujuan yang ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau
objective.
4. Implikasi Manajerial
Implikasi manajerial
adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas,
kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi
manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi
transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus
halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka
meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang
kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana
mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik
dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara
ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu
organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi
manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.
Daftar pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengambilan_keputusan
http://informatika.web.id/5-dasar-dalam-pengambilan-keputusan.htm
www.masjono.netne.net/tpk/pertemuan4.pptx
http://herisllubers.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html
Selasa, 15 April 2014
Kepemimpinan
1. Arti penting kepemimpinan
3. Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Pemimpin memiliki tugas melayani kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompok. Dari keinginan itu dapat dipetik keinginan realistis yang dapat dicapai. Selanjutnya, pemimpin haru meyakinkan kelompok mengenai apa yang menjadi keinginan realistis dan man yang sebenarnya merupakan khayalan. Tugas pemimpin tersebut akan berhasil apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanakannya. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam porses dimana seseoran mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasi pikiran-pikiran, perasan-perasaan atau tingkah laku orang lain. Untuk keberhasilan dalampencapaian suatu tujua diperlukan seorang pemimpin yang professional, dimana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. Disamping itu pemimpin harus menjalani hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebasan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling
mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan
perubahan nyata untuk kepentingan bersama (Joseph C. Rost. 1993)
Kepemimpinan melibatkan hubungan pengaruh yan
mendalam , yang terjadi di antara orang-orang yang enginginkan perubahan
signifikan dan perubahan tersebut mencerminkan tujuan yang dimiliki bersama
oleh pemimpin dan pengikutnya . pengaruh dalam hal nu berarti hubungan diantara
pemimpin dan pengikut sehingga bukan sesuatu yang pasif , tetapi sesuatu
hubungan timbale balik dan tanpa paksaan. Dengan kempemimpinan itu sendiri
merupakan proses yang saling mempengaruhi.
Kelakuan seorang pemimpin dalam keadaan darurat,
umpamanya, dapat berbeda banyak sekali dari kelakuannya ketika kondisi-kondisi
kerja ormal. Selanjutnya, para pemimpn ada kalanya menggunakan teknik-teknik
kepemimpinan positif dan pada saat lain mungkin menggunakan teknik-teknik
negatife. Para pemimpin yang efektif mungkin berpendapat bahwa dalam beberapa
situasi suatu bentuk pimpinan yang paling efektif adalah otokratis dan dalam keadaan-keadaan lain bahwa pendekata partisipatif atau bahkan pendekatan kendali-bebas adalah yang berugna.
Kempemimpinan didefinisikan , kita mencoba suatu
definisi yang lebih formal tetang istilah kepemimpinan yang dilikiskan oleh
Chung dan Megginson sebagai “kesanggupan mempengaruhi prilaku orang lain dalam
suatu arah tertentu.” Definisi ini mungkin mengesankan anda sebagai agak
manipulative, tetapi pikirlah dengan seksama tentang prilaku anda sendiri denga
sahabat-sahabat yang akrab atau dengan orang tua anda. Untuk mencapai beberapa
cita-cita pribadi anda, tidakkah biasannya anda mencoba mempengaruhi perilaku
mereka “dalam suatu arah tertentu?” Pada darasnya, usaha untuk mempengaruhi
perilaku merupakan unsure pokok kepemimpinan
2. Tipologi kepemimpinan
- Gaya Otokratis, manajer yang menggunakan gaya otokratis dapat disebut tukang cerita. Pemimpin otokratis biasanya merasa bahwa mereka mengatahui apa yang merka inginkan dan cenderung mengekspersikan kebutuhan-kebutuhan itu sebagai perintah-perintah langsung kepada para bawahannya. Pemimpin-pemimpin Otokratis biasanya menyimpang keputusan dan pengandali bagi dirinya sendiri, karena mereka menganggap bertanggung jawab penuh untuk pengabilan keputusan. Bisa digambarkan dengan kalimat “Saya adalah boss! Lakukan apa yang saya katakana!”
- Gaya partisipatif, gaya pertisipatif juga bisa di sebut gaya demokratis. Bersanda pada suatu pendekatan yang berorientasi Y pada kepemimpinan, gaya ini mengasumsikan bahwa para anggota individual dari suatu kelompok yang ambil bagian secara pribadi dalam proses pengambilan keputusan akan lebih mungkin, sebagai suatu akibat, mempunyai komitmen yang jauh ebih besar pada sasarandan tujuan organisasi. Dapat digambarkan dengan kalimat “Apa gagasan anda tentang proyek ini?”
- Gaya kendali-bebas, Pendekatan ini tidak berarti tidak adanya sama sekali pimpinan. Ini hanya berarti tidak adanya pimpinan langsung. Tentu saja pemimpin kendali bebas harus bekerja melalui tujuan kelompok yang biasanya menentukan teknik-teknik mereka sendiri guna mencapai tujuan tersebut dalam kerangka sasaran-sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Pada pokoknya sang pemimpin bertindak sebagai penghubung antara sumber luar dan kelompok dan menegaskan bahwa tersedia sumber daya yang dperlukan bagi mereka.
3. Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Pemimpin memiliki tugas melayani kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompok. Dari keinginan itu dapat dipetik keinginan realistis yang dapat dicapai. Selanjutnya, pemimpin haru meyakinkan kelompok mengenai apa yang menjadi keinginan realistis dan man yang sebenarnya merupakan khayalan. Tugas pemimpin tersebut akan berhasil apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanakannya. Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam porses dimana seseoran mengarahkan, membimbing, mempengaruhi dan atau menguasi pikiran-pikiran, perasan-perasaan atau tingkah laku orang lain. Untuk keberhasilan dalampencapaian suatu tujua diperlukan seorang pemimpin yang professional, dimana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin, serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. Disamping itu pemimpin harus menjalani hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan, sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman, tentram, dan memiliki suatu kebebasan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan.
4. Implikasi manejerial kepemimpinan dalam organisasi
·
Teori Managerial Grid
Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S.
Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for
people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini
mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu
:
1. Improvised
artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan
tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
2. Country Club
artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu
artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan
suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
3. Team yaitu
kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung
kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen.
Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling
memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan
penghargaan.
4. Task artinya
pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan
organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
5. Midle Road
artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan
hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi
dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara
moral individu pada tingkat yang memuaskan.
·
Implikasi Terhadap Sistem Komunikasi
Organisasi
Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi
yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini
menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas
yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan
arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan
pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi
organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam
menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin.
Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan
dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan
lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah
pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan
lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini
terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal
ini membutuhkan komunikasi yang efektif.
Menurut Blake dan Mouton, gaya kepemimpinan team
merupakan gaya kepemimpinan yang paling disukai. Kepemimpinan gaya ini
berdasarkan integrasi dari dua kepentingan yaitu pekerjaan dan manusia. Pada
umumnya, kepemimpinan gaya team berasumsi bahwa orang akan menghasilkan sesuatu
apabila mereka memperoleh kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang berarti.
Selain itu, dalam kepemimpinan gaya team terdapat kesepkatan untuk melibatkan
anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dengan maksud mempergunakan
kemampuan mereka untuk memperoleh hasil yang terbaik yang mungkin dapat
dicapai.
Daftar pustaka :
- Aspek Manusiawi dalam Organisasi edisi ketiga – Stan Kossen
- http://erlanggaba.blogspot.com/2013/06/faktor-yang-mempengaruhi-kepemimpinan.html
- http://faisalkurnis14.blogspot.com/2014/04/kepemimpinan.html
Senin, 17 Maret 2014
"PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI”
- Pengertian dan arti penting komunikasi
Komunikasi organisasi
sangat penting dan layak untuk dipelajari, karena sekarang ini banyak orang
yang tertarik dan member perhatian kepadanya guna mengetahui prinsip dan
keahlian komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan
tujuan organisasi, baik orgsnisasi komersial seperti lembaga bisnis dan industry
ataupunorganisasi social seperti lembaga rumah sakit maupun institusi
pendidikan. Disamping itu penting jya mempelajari arus komunikasi yang
berlangsung dalam suatu organisasi, yaitu arus komunikasi yang berlangsug dalam
suatu organisasi, yaitu arus komunikasi vertical yang terdiri dari arus
komunikasi dari bawah ke atas (downward communication) dan arus komunikasi dari
bawah ke atas (upward communication) serta arus komunikasi yang berlangsung
antara dan di antara bagian ataupun karyawan dalam jejnjang atau tingkatan yang
sama. Arus komunikasi ini dikenal dengan nama komunikasi horizontal.
Komunikasi yang efektif
merupakan persyaratan dasar bagi tercapainya tujuan yang telah ditentukan.
Karena pentingnya peranan komunikasi dalam kehidupan organisasional, tidak
mengherankan bahwa ia merupakan salah satu hal yang paling sulit yang dihadapi
oleh para manajer dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Memang harus diakui
bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan perilaku organisasional,
melainkan meliputi seluruh segi kehidupan manusia. Begitu luasnya pengaruh
komunikasi dalam kehidupan seseorang sampai ada ahli yangmengatakan bahwa dalam
kehidupan seseorang, tiga perempat waktunya digunakan untuk berkomunikasi. Jika
anggapan itu benar, mudah membayangkan bahwa sebagian besar waktu seorang
manajer digunakan untuk berkomunikasi. Ada ahli yang mengatakan bahwa komunikasi
yang efektif sama pentingnya dengan dua segi lain dalam kehidupan
organisasional, yaitu adanya tujuan bersama untuk dicapai dan keikhlasan para
anggota organisasi membrikan waktu, tenaga, pikiran, keahlian dan
keterampilannya demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan itu. Pandangan
demikian kiranya dapat dibenarkan secara ilmiah karena komunikasi yang efektif
merupakan dinamisator sistem kerja sama dalam organisasi dan menghubungkan
tujuan organisasi dengan para anggota organisasi yang bersangkutan.
- Jenis dan Proses Komunikasi
Komunikasi dalam
organisasi harus memungkinkan terjadinya kamunikasi ke empat arah yang berbeda:
ke bawah, ke atas, horizontal, dan diagonal. Kerna keempat arah komunikasi
ini merupakan kerangka komunikasi dalam
tubuh organsasi.
-komunikasi ke bawah
Komunikasi kebawah
mengalir dari tingkat atas ke tingkat bawah dalam sebuah organisasi dan
mencangkup kebijaksanaan pimpinan, intruksi, dan memo resmi.
-komunikasi ke atas
Komunikasi ke atas
mengalir dari tingak bawah ke tingkat atas
sebuah organisasi, dan mencakup kotak saran, pertemuan kelompok, dan
prosedur keluhan.
-komunikasi horizontal
Komunikasi horizontal
mengalir melintasi berbagai fungsi dalam organisasi bentuk organisasi ini
diperlukan untuk mengkoordinasi dan mengintegrasikan berbagai fungsi
organisasi.
-komunikasi diagonal
Komunikasi diagonal
bersilang melintas fungsi dan tingakatan dalam organisasi, serta penting dalam
situasi di mana anggota tidak dapat berkomunikasi lewat saluran ke atas, ke
bawah, ataupun horizontal
Proses komunikasi,
proses komunikasi terdiri atas lima unsure yaitu Komunikator, pesan ,
perantara, penerima, dan balikan(umpan balik) komunikasi dapat diikhtisarikan
secara sederhana sebagai berikut : siapa…mengatakan apa…bagaimana
caranya…kepada siapa…apa hasilnya? . komunikasi hanya berhasil jika komunikator
menyampaikan pengertian kepada penerima.
- Komunikasi Efektif
Suatu hal yang sering
ditekankan para oleh para ahli komunikasi ialah bahwa agar terjadi komunikasi
yang efektif- dengan salah satu tujuannya mnumbuhkan dan memelihara perilaku
organisasi- sistem umpan balik merupakan hal yang sangat penting. Alasannya
ialah bahwa tidak mungkin diketahui efektif tidaknya komunikasi yang telah
berlangsung tanpa adanya sistem umpan balik yang andal.
Untuk memungkinkan
sistem umpan balik berfungsi sebagai mana mestinya, paling sedikit delapan hal
perlu mendapat perhatian.
- Kaitan komunikasi dengan itikad
- Umpan balik yang spesifik
- Umpan balik yang deskriptif
- Asas manfaat dari umpan balik
- Umpan balik yang tepat waktu
- Kesediaan bawahan menerima umpan balik
- Umpan balik yang jelas
- Validitas umpan balik
- Implikasi manajerial
Implikasi manajerial
adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas,
kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi
manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe
organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau
menghapus halangan geografis artitisial) Para manajer memilih pendekatan ini
dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang
kompetitif. Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana
mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain, dengan baik
dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut.
Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi
manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh
negara dimana perusahaan itu berada.
Daftar pustaka :
- Siagian (Teknik
Menumbuhkan dan Memelihara perilaku Organisasional)
- Gibson Ivancevich
Donnelly ( organisasi)
- Buku e-learning Teori
Komunikasi
- http://herisllubers.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html
Semoga Bermanfaat ^^
Rabu, 08 Januari 2014
Selasa, 26 November 2013
Game Online
Game Online itu yaa game yang dimainkan secara online dan sudah pasti harus menggunakan Internet . Game online saat ini sudah dikenal oleh banyak kalangan dari orang kota sampai orang desa dari yang masih kecil sampai yang sudah tua semuanya berbaur bila sudah ada di dalam game tidak peduli tua muda , laki permpuan semua orang bila sudah dalam game online seperti masuk kedalam dunia yang baru karena terbawa suasana di dalam game itu.
Saya sendiri sempat menjadi Gamers yang seperti itu hampir setiap hari ke warnet berjamjam di warnet hanya untuk bermain game dan perlu saya beritahu yang namanya game online itu bisa bikin kita kecanduan untuk memainkannya terus menerus seperti saya pertama main game hanya ikutan temman tapi lama kelamaan saya menjadi seperti kecanduan jadi ingin memainkannya setiap waktu dan bila tidak memainkannya serasa ada yang kurang . Saya sendiri sempat bermain Rising Force(RF), Counter Strike (CS), Ayodance, Point Blank(PB), Dragon Nest(DN) , dari semua permainan yang saya mainkan game RF lah yang paling membuat saya kecanduan karna saya senang dengan mode permainannya yang berjenis RPG sehingga kita bisa menjalakan karakter dalam game sesuai dengan keinginan kita sendiri dan fitur-fitur di dalam gamenya cukup baik.
Game Online mempunyai sisi Positif dan Negatif, sisi positifnya kita lebih mempunyai banyak kenalan kita bisa saling bertukar informasi didalam game dan tidak sedikit teman saya yang jago bahasa inggris karena memainkan game online karena game online bisa mencakup antar negara dan game online juga bisa menjadi ladang bisnis para Gamers yang proo terhadap game yang ia mainkan karena ia bisa berjualan item-item yang ada di dalam game kepada Gamers lain menggunakan uang beneran (Rp) dan mungkin masih ada lagi sisi positif dari game online , nah kalo sisi negatifnya yang pasti uang jajan bakal terkuras lebih untuk bermain game dan membeli voucher untuk gamennya , bagi Gamers sejati merekan akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka di depan aya komputer untuk memainkan gamenya sehingga kebanyak lupa waktu dan yang sering saya lihat juga banyak anak-anak sekolah yang cabut atau tidak masuk sekolah karena ia lebih memilih untuk bermain game sehingga waktu belajarnya kurang .
Jadi saya sekarang bisa menyimpulkan karena saya dulu seorang Gamers yaa tapi bukan Gamers yang Maniak banget cuma iseng-iseng doang tapi ketagihan hahaha saya bisa menyimpulkan kalau anda ingin bermain game onlian siapsiaplah untuk ketagihan meminkannya dan cara untuk berhenti bermain game atau untuk menghilangkan kecanduan bermain game online yaa dengan cara niat untuk ga mainin gamenya lagi dan jang coba-coba untuk memainkannya lagi bila anda sudah lama tidak memainkannya dan bila anda sudah sering memainkannya pada akhirnya anda akan mersa bosan dan berfikir bahwa anda sudah membuang banyak uang dan waktu anda hanya untuk bermain game yang suatu saat akan habis masanya atau tidak laku lagi hahahahahahaha .
Saya sendiri sempat menjadi Gamers yang seperti itu hampir setiap hari ke warnet berjamjam di warnet hanya untuk bermain game dan perlu saya beritahu yang namanya game online itu bisa bikin kita kecanduan untuk memainkannya terus menerus seperti saya pertama main game hanya ikutan temman tapi lama kelamaan saya menjadi seperti kecanduan jadi ingin memainkannya setiap waktu dan bila tidak memainkannya serasa ada yang kurang . Saya sendiri sempat bermain Rising Force(RF), Counter Strike (CS), Ayodance, Point Blank(PB), Dragon Nest(DN) , dari semua permainan yang saya mainkan game RF lah yang paling membuat saya kecanduan karna saya senang dengan mode permainannya yang berjenis RPG sehingga kita bisa menjalakan karakter dalam game sesuai dengan keinginan kita sendiri dan fitur-fitur di dalam gamenya cukup baik.
Game Online mempunyai sisi Positif dan Negatif, sisi positifnya kita lebih mempunyai banyak kenalan kita bisa saling bertukar informasi didalam game dan tidak sedikit teman saya yang jago bahasa inggris karena memainkan game online karena game online bisa mencakup antar negara dan game online juga bisa menjadi ladang bisnis para Gamers yang proo terhadap game yang ia mainkan karena ia bisa berjualan item-item yang ada di dalam game kepada Gamers lain menggunakan uang beneran (Rp) dan mungkin masih ada lagi sisi positif dari game online , nah kalo sisi negatifnya yang pasti uang jajan bakal terkuras lebih untuk bermain game dan membeli voucher untuk gamennya , bagi Gamers sejati merekan akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka di depan aya komputer untuk memainkan gamenya sehingga kebanyak lupa waktu dan yang sering saya lihat juga banyak anak-anak sekolah yang cabut atau tidak masuk sekolah karena ia lebih memilih untuk bermain game sehingga waktu belajarnya kurang .
Jadi saya sekarang bisa menyimpulkan karena saya dulu seorang Gamers yaa tapi bukan Gamers yang Maniak banget cuma iseng-iseng doang tapi ketagihan hahaha saya bisa menyimpulkan kalau anda ingin bermain game onlian siapsiaplah untuk ketagihan meminkannya dan cara untuk berhenti bermain game atau untuk menghilangkan kecanduan bermain game online yaa dengan cara niat untuk ga mainin gamenya lagi dan jang coba-coba untuk memainkannya lagi bila anda sudah lama tidak memainkannya dan bila anda sudah sering memainkannya pada akhirnya anda akan mersa bosan dan berfikir bahwa anda sudah membuang banyak uang dan waktu anda hanya untuk bermain game yang suatu saat akan habis masanya atau tidak laku lagi hahahahahahaha .
Membudidayakan ikan cupang
Sekarang saya mau membagi ilmu tentang berterna ikan cupang nih walaupun saya sendiri belum pernah berhasil sampai anakan ikan cupang itu menjadi besar karena saya selalu gagal dalam membesarkan anakan ikan cupangnya dari mulai burayak sampe ke dewas. tapi saya akan membagi bagaimana cara membudidayakan ikan cupangnya siapa tau anda berhasil hehe
Pertama-
tama siapin indukan yang bagus dan siap dikawinkan minimal
berumur 3-4 bulan dengan cirir-ciri khusus jantan sudah mengeluarkan
gelembung-gelembung dan betina sudah ada bercak putih di kelaminya,tidak
kalah penting pilihlah indukan yang sehat dan memiliki warna yang bagus dan cerah
karena akan memepengaruhi anakannya .
taruh indukan jantan terlebih dahulu dalam aquarium atau baskom yang sudah di isi air dan setelah sehari masukan indukan betinanya, Biarkan proses tersebut selama 42 jam (2hari) di hari pertama ikan cupang jantan akan membuat gelembung untuk telur dan hari kedua proses perkawinan dan telur akan disimpan oleh jantan di gelembung tersebut.Setelah hari kedua kemudian angkat/pisahkan ikan cupang betina dari aquarium/baskom dan indukan jantannya jangan di ambil biarin aja di dalam quarium bersama telur-telurnya
Simpanlah aquarium/baskom tersebut di tempat yang tidak terlalu terang dan jangan di pindah-pindah karena jiga telur jatuh dari gelembung maka telur tersebut akan busuk atau mati.dan dalam proses tersebut ikan jantan tidak usah di beri pakan. biarkan proses tersebut hingga 10 hari atau 1 minggu,setelah itu indukan jantan di angkat kemudian pindahkan anakan ke tempat yang lebih besar secara hati-hati untuk mengurangi kematian.
dan untuk pakan anakan ikan cupang beumur 1 minggu bisa dengan kutu air yang sudah disaring atau air kol (hasil remdaman sayur kol) karena air rendaman kol mengandung bakteri / plankton atau juga dengan jentik nyamuk yang disaring.
Anakan ikan Cupang yang sudah berumur 3 minggu akan mulai terlihat warnanya. dan setelah mulai membesar anakan ikan cupang sudah bisa di pisahkan satu-satu ke dalam botol bekas selai atau aquarium kecil sehingga akan mengurangi resiko anakan ikan cupang yang berantem.
taruh indukan jantan terlebih dahulu dalam aquarium atau baskom yang sudah di isi air dan setelah sehari masukan indukan betinanya, Biarkan proses tersebut selama 42 jam (2hari) di hari pertama ikan cupang jantan akan membuat gelembung untuk telur dan hari kedua proses perkawinan dan telur akan disimpan oleh jantan di gelembung tersebut.Setelah hari kedua kemudian angkat/pisahkan ikan cupang betina dari aquarium/baskom dan indukan jantannya jangan di ambil biarin aja di dalam quarium bersama telur-telurnya
Simpanlah aquarium/baskom tersebut di tempat yang tidak terlalu terang dan jangan di pindah-pindah karena jiga telur jatuh dari gelembung maka telur tersebut akan busuk atau mati.dan dalam proses tersebut ikan jantan tidak usah di beri pakan. biarkan proses tersebut hingga 10 hari atau 1 minggu,setelah itu indukan jantan di angkat kemudian pindahkan anakan ke tempat yang lebih besar secara hati-hati untuk mengurangi kematian.
dan untuk pakan anakan ikan cupang beumur 1 minggu bisa dengan kutu air yang sudah disaring atau air kol (hasil remdaman sayur kol) karena air rendaman kol mengandung bakteri / plankton atau juga dengan jentik nyamuk yang disaring.
Anakan ikan Cupang yang sudah berumur 3 minggu akan mulai terlihat warnanya. dan setelah mulai membesar anakan ikan cupang sudah bisa di pisahkan satu-satu ke dalam botol bekas selai atau aquarium kecil sehingga akan mengurangi resiko anakan ikan cupang yang berantem.
Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Makkah
Wahyu
pertama turun
Aisyah r.a.
-seperti yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari- berkata, awal permulaan wahyu
kepada Rasulullah saw. adalah mimpi yang benar. Beliau tidak melihat sesuatu
mimpi, kecuali mimpi tersebut datang seperti cahaya subuh. Kemudian beliau
menyendiri di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam sebelum kembali ke
keluarganya dan mengambil bekal untuk kegiatannya itu sampai beliau dikejutkan
oleh kedatangan Malaikat Jibril pada saat berada di Gua Hira.
Malaikat
Jibril mendatangi beliau dan berkata, “Bacalah!” Rasulullah saw. menjawab,
“Saya tidak dapat membaca.” Beliau mengatakan, lal malaikat itu memegang dan
mendekapku sampai aku merasa lelah. Kemudian ia melepaskanku dan megnatakan,
“Bacalah!” Aku menjawab, “Aku tidak dapat membaca!’ Malaikan itu mengulanginya
untuk yang ketiga sambil mengatakan, “Iqra’ bismi rabbikal ladzii khalaq;
bacalah, dengann menyebut nama Rabbmu yang menciptakan.” (Al-’Alaq: 1)
Kemudian
Rasulullah saw. pulang. Kepada isterinya, Khadijah, beliau berkata, “Selimuti
aku, selimuti aku.” Lalu beliau diselimuti sampai rasa keterkejutannya hilang.
Kemudian beliau menceritakan apa yang terjadi kepada Khadijah. “Aku Khawatir
terhadap diriku.” Khadijah menjawab, “Tidak. Demi Allah, sama sekali Dia tidak
akan menghinakanmu selamanya. Sebab, engkau orang yang mempererat tali
persaudaraan dan memikul beban orang lain. Engkau orang yang menghormati tamu,
membantu orang yang susah, dan membela orang-orang yang berdiri di atas
kebenaran.”
Kemudian
Khadijah pergi bersama Nabi saw. menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal. Waraqah
pernah menulis kitab Injil berbahasa Ibrani. Khadijah berkata, “Wahai anak
pamanku, dengarlah apa yang dikatakan oleh anak saudarmu.” Waraqah bertanya dan
ketika Rasulullah saw. menceritakan peristiwa yang dialaminya, ia berkata, “Itu
adalah Namus (Jibril) yang pernah diutus Allah swt. kepada Nabi Musa a.s.
Alangkah bahagianya seandainya aku masih muda perkasa. Alangkah gembiranya
seandainya aku masih hidup tatkala kamu diusir oleh kaummu.”
Rasulullah
saw. bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “Ya. Tidak
seorang pun yang datang membawa seperti yang kamu bawa kecuali akan diperangi.
Seandainya kelak aku masih hidup dan mengalami hari yang kamu hadapi itu pasti
aku akan membantumu sekuat tenagaku.”
Setelah itu,
selama tiga tahun lamanya Rasulullah saw. berdakwah secara rahasia. Hingga
kemudian turun surat Al-Hijr ayat 94 yang memerintahkan Rasulullah saw. agar
berdakwah secara terang-terangan. “Maka sampaikanlah olehmu secara
terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari
orang-orang yang musryik.”
Berdakwah
secara terang-terangan
Rasulullah
saw. pun menjalankan perintah itu. Berdakwah secara terang-terangan selama 10
tahun. Terutama di musim-musin haji. Beliau mendatangi orang-orang dari rumah
ke rumah. Berdakwah di Pasar ‘Ukkadz, Majannah, dan Dzul-Majaz. Beliau mengajak
orang banyak untuk memeluk Islam dan menawarkan surga sebagai imbalan. Beliau
sampaikan seluruh risalah Allah swt. yang sampai kepadanya ketika itu. Namun,
tidak banyak yang mau menyambut ajakannya.
Bahkan
Rasulullah saw. menemui banyak rintangan. Berbagai macam siksaan yang
menyulitkan langkah dakwahnya datang dari masyarakat Mekkah. Tidak sedikit
orang menuduh beliau sebagai orang gila, tukang sihir, atau dukun.
Hijrah ke
Habasyah
Pada tahun
ke-5 kenabian, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabatnya hijrah ke Habasyah
(sekarang Ethiopia). Keputusan ini diambil karena siksaan yang dilakukan
masyarakat Quraisy terhadap kaum muslimin ketika itu semakin gencar. Rasulullah
saw. memilih Habasyah karena, “Di sana terdapat seorang pemimpin yang tidak
aniaya terhadap siapa pun yang ada di dekatnya.”
Rombongan
sahabat Rasulullah saw. yang hijrah pertama kali ini terdiri atas 12 orang pria
dan 4 orang wanita. Rasulullah saw. menunjuk Utsman bin Affan sebagai amir
kafilah hijrah ini.
Hijrah
kedua ke Habasyah
Tak lama
kemudian Hamzah bin Abdul Muthallib dan Umar bin Khaththab masuk Islam. Kabar
ini sampai ke telinga para sahabat yang hijrah di Habasyah. Mereka tahu betul
bahwa Hamzah dan Umar adalah sosok yang punya karakter, berani, dan perkasa.
Karena itu mereka yakin bahwa dengan masuknya kedua orang itu kaum muslimin di
Mekkah akan menjadi kuat. Karena itu, para muhajirin itu memutuskan untuk
kembali pulang ke Mekkah.
Namun,
tatkala sampai ke Mekkah mereka mendapati tidak seluruh kaum muslimin terbebas
dari siksaan kaum Quraisy. Terutama mereka-mereka yang tidak mendapatkan
jaminan keselamatan dari tokoh-tokoh Quraisy terpandang. Ketika siksaan dari
kaum Quraisy sampai pada titik puncak yang tak bisa ditanggung lagi oleh kaum
muslimin yang lemah, Rasulullah saw. mengizinkan mereka kembali hijrah ke
Habasyah.
Hijrah yang
kedua kalinya ini dilakukan oleh 83 orang pria dan 19 orang wanita. Kaum
musyrikin Quraisy mengutus Amr bin Al-’Ash dan ‘Ammarah bin Al-Walid menemui
Najasyi, Raja Habasyah. Mereka membawa berbagai hadiah. Mereka meminta Najasyi
mengekstradisi kaum muslimin lari dari Mekkah. Namun Najasyi menolak sebelum
mendengar langsung perkara yang sebenarnya dari pihak kaum muslimin.
Ja’far bin
Abu Thalib r.a. tampil menjadi juru bicara kaum muslimin. Ia menjelaskan
keadaan mereka ketika di masa jahiliyah dan bagaimana mereka berubah ketika
menerima Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hidayah itu telah mengubah diri
mereka menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Ja’far juga memperdengarkan
beberapa ayat Al-Qur’an kepada Raja Najasyi, yaitu awal surat Maryam. Ayat itu
berisi padangan Islam tentang Isa bin Maryam a.s. Isa adalah seorang hamba
Allah dan Rasul-Nya. Mendengar keterangan itu, Najasyi memutuskan mengembalikan
semua hadiah kaum musyrikin Quraisy dan memuliakan kaum muslimin sebagai tamu
di negerinya.
Berbagai
jenis siksaan yang menimpa Rasulullah saw. dan sahabatnya
Ada dua
alasan mengapa kaum Quraisy tidak mau menerima dakwah Rasulullah saw. padahal
mereka tahu betul akan kepribadian Rasulullah saw. yang tidak pernah berdusta.
Bahkan mereka sendiri menggelari Rasulullah saw. dengan sebutan Al-Amin (orang
yang terpercaya).
Alasan
pertama, ritual penyembahan mereka kepada berhala adalah tradisi yang
diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, Islam dipandang sebagai
ajaran yang mengancam tradisi leluhur yang harus mereka pertahankan. Alasan
kedua, kaum Quraisy secara turun temurun punya kedudukan tinggi di masyarakat
Mekkah. Mereka mengurus jamaah haji, memegang kunci Ka’bah, dan menguasai sumur
Zamzam. Kedatangan Islam akan menggeser hak istimewa mereka itu. Karena itu,
mereka menolak dakwah Rasulullah saw.
Mereka
berusaha menghentikan dakwah Rasulullah saw. Mereka menawarkan tiga hal -harta,
tahta, dan wanita-kepada Rasulullah saw. agar berhenti mendakwahkan Islam.
Rasulullah saw. menolak. Bahkan Rasulullah saw. menawarkan, “Ucapkanlah laa
ilaaha illallah, niscaya kalian akan mengusai bangsa Arab.”
Cara
“halus” tak berhasil. Mereka menebar teror dengan siksaan terhadap Nabi dan
kaum muslimin. Jika terhadap muslim yang memiliki kedudukan dan kehormatan
dalam masyarakat, musyrikin Quraisy hanya menebar ancaman. Abu Jahal
mengintimidasi seorang muslim golongan ini, “Engkau tinggalkan agama nenek
moyangmu, padahal mereka lebih baik darimu. Kami akan rendahkan angan-anganmu.
Kami akan lecehkan kehormatanmu. Akan kami rusak usahamu dan kami hancurkan
hartamu.”
Terhadap
kaum muslimin dari golongan lemah -apakah lemah secara ekonomi (fakir miskin
atau lemah secara status sosial (budak)-musyrikin Quraisy tidak segan-segan
menyiksa mereka. Bani Makhzum menyiksa keluarga Yasir. Yasin dan istrinya,
Sumayyah, syahid dalam siksaan tersebut. Ammar bin Yasir memelas kepada Rasulullah
saw., “Wahai Rasul, siksaan kepada kami telah mencapai puncaknya.” Rasulullah
saw. menghibur Ammar, “Bersabarlah, wahai Abul Yaqdzan. Bersabarlah, wahai
keluarga Yasir. Balasan untuk kalian adalah surga.”
Kaum
musyrikin juga menyeret Bilal bin Rabah ke tengah padang pasir di tengah hari.
Mereka melempari tubuh telanjang Bilal dengan batu-batu yang terpanggang panas
matahari. Kemudian menindih dada Bilal dengan batu besar. Mereka memerintahkan
Bilal menyebut nama tuhan-tuhan mereka. Tapi Bilal menolak. Ia mengucap, “Ahad,
Ahad….”
Bani Hasyim
diboikot, Abu Thalib dan Khadijah wafat
Kaum
musyrikin Quraisy mengirim utusan kepada Abu Thalib, paman Nabi, membawa
penawaran: jika keponakannya menginginkan kerajaan, mereka siap mengangkatnya
menjadi raja; jika menginginkan harta, mereka siap mengumpulkan harta sehingga
tidak ada yang terkaya kecuali Nabi; jika Nabi terkena gangguan jin, mereka
siap mencarikan obat untuk menyembuhkanya; asal Nabi berhenti mendakwahkan
Islam.
Rasulullah
saw. menolak tawaran itu. Kepada Abu Thalib, beliau berkata, “Demi Allah, jika
mereka meletakkan matahai di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku
tidak akan meninggalkan (dakwah) ini, sampai Allah memenangkannya atau aku
hancur karenanya.”
Mendengar
jawaban itu, Abu Thalib berkata, “Teruskanlah urusanmu. Demi Allah, aku tidak
akan menyerahkanmu selamanya.” Kemudian Abu Thalib mengumpulkan keluarga
dekatnya untuk membela Rasulullah saw. Bani Hasyim dan Bani Muthallib datang,
kecuali Abu Lahab.
Sementara
Bani Hasyim dan Bani Muthallib -baik yang sudah beriman maupun yang masih
musyrik– berkumpul untuk membela Rasulullah saw., kaum musyrikin juga
berkumpul. Mereka sepakat untuk tidak melakukan jual-beli dan tidak memasuki
rumah-rumah Bani Hasyim dan Bani Muthallib sebelum Rasulullah saw. diserahkan
kepada mereka untuk dibunuh. Kesepakatan ini ditulis di sebuah spanduk dan di
simpan di dalam Ka’bah.
Atas boikot
tersebut, Abu Thalib memerintahkan kerabatnya untuk masuk ke dalam Syi’ib
(lembah) dan berdiam di sama. Itulah awal tiga tahun masa boikot yang penuh
derita dan guncangan.
Ternyata
masih ada nurani di beberapa orang tokoh Quraisy. Hisyam bin Amr, Zuher bin
Umayyah, Abul Kakhtari bin Hisyam, Zam’ah bin Al-Aswad, dan Muth’im bin ‘Adi
bersepakat untuk membatalkan isi penjanjian musyrikin Quraisy. Sebelumnya
Rasulullah saw. telah mengabarkan kepada pamannya, Abu Thalib, bahwa Allah
telah mengutus rayap menghancurkan spanduk kesepakatan tersebut dan hanya
menyisakan kalimat “Bismika Allahumma” (dengan nama-Mu, ya Allah).
Benar saja.
Saat memasuki Ka’bah, Muth’im bin ‘Adi mendapati kondisi spanduk kesepakatan itu
seperti yang diberitakan Rasulullah saw. Maka keluarlah Bani Hasyim dan Bani
Muthallib dari Syi’ib. Mereka kembali berbaur bebas dengan masyarakat.
Peristiwa ini terjadi di tahun ke-10 kenabian. Enam bulan setelah peristiwa
ini, Abu Thalib wafat.
Rasulullah
saw. bukan hanya kehilangan paman yang membelanya, tapi juga kehilangan isteri
yang menjadi teman seperjuangan. Khadijah wafat di tahun yang sama dengan
wafatnya Abu Thalib. Musibah yang beruntun terhadap diri Rasulullah saw. ini
disebut ‘Amul Huzni (Tahun Kesedihan). ‘Amul Huzni terjadi selama 3 tahun
sebelum perintah hijrah ke Madinah. Sebab, tiga tahun terakhir itu penindasan
kaum Quraisy terhadap kaum muslimin dan upaya pembunuhan terhadap Rasulullah
saw. demikian memuncak.
Isra’ dan
Mi’raj
Di tengah
himpitan musuh dan kehilangan pembela, Rasulullah saw. ditemani Jibril,
diperjalankan oleh Allah swt. dari Mekkah ke Baitul Maqdis dengan mengendarai
Buraq. Di Baitul Maqdis Rasulullah saw. shalat dan menjadi imam dengan makmum
para nabi. Setelah itu, Nabi saw. naik ke langit dunia. Di sana beliau bertemu
dengan Nabi Adam a.s. Di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya a.s. Di
langit ketiga bertemu Nabi Yusuf a.s. Di langit keempat Nabi Idris. Di langit
kelima bertemua Nabi Harun. Di langit kelima bertemu dengan Nabi Musa a.s. Di
langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim a.s. Kemudian Rasulullah saw. sampai di
Sidratul Muntaha, lalu diangkat ke Baitul Ma’mur. Di sini Jibril terlihat dalam
bentuknya yang asli.
Allah saw.
telah berbicara dengan Rasulullah saw. dan memberi perintah wajibnya shalat 5
waktu. Sebelumnya perintah itu adalah 50 kali dalam sehari semalam. Tapi,
setelah berdiskusi dengan Nabi Musa, Rasulullah saw. bolak-balik meminta
keringanan kepada Allah swt.
Rasulullah
saw. menceritakan tentang peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini kepada kaum muslimin
dan penduduk Mekkah. Kaum musyrikin mendustakan, meski Rasulullah saw. mampu
memberi bukti dengan menerangkan secara terperinci tentang Baitul Maqdis dan
kafilah Quraisy yang tengah kembali dari Syam.
Hanya Abu
Bakar orang yang tidak ragu dengan cerita Rasulullah saw. tersebut. Tak heran
jika Rasulullah saw. memberinya gelar As-Shiddiq.
Masuk
Islamnya Penduduk Yatsrib
dakwatuna.com
- Kota Yatsrib berpenduduk asli Suku Aus dan Suku Khazraj. Di samping mereka,
orang-orang Yahudi juga menentap di sana. Meski bermuamalah dengan penduduk
Suku Aus dan Khazraj, orang-orang Yahudi tidak bisa menutupi sikap permusuhan
mereka. Bahkan, orang-orang Yahudi ini menjanjikan bahwa akan datang seorang
nabi yang akan memimpin mereka memerangi Suku Aus dan Khazraj sebagaimana
memerangi kaum ‘Ad dan Tsamud.
Keyakinan
akan datangnya nabi tersebut begitu melekat di penduduk Yatsrib. Hingga suatu
ketika di musim haji Rasulullah saw. berdakwah dengan mendatangi
kabilah-kabilah yang tengah melaksanakan haji di Baitullah. Rasulullah saw.
berjumpa dengan rombongan dari Suku Khazraj. Beliau menawarkan Islam kepada
mereka. Orang-orang Khazraj saling berkata kepada satu sama lain, “Ketahuilah,
demi Allah, ini adalah Nabi yang pernah dijanjikan oleh orang-orang Yahudi
kepada kalian. Maka, jangan sampai mereka mendahului kalian.”
Spontan
orang-orang Suku Khazraj itu menerima ajakan Rasulullah saw. Mereka masuk
Islam. Mereka kembali ke Yatsrib dan mengajak kaumnya masuk Islam sehingga
tidak ada satu pun rumah-rumah Suku Khazraj dan Aus yang penghuninya tidak
membicarakan tentang Rasulullah saw. dan agama Islam.
Bai’at
Aqabah
Setahun
setelah perjumpaan pertama itu, 12 orang penduduk Yatsrib yang telah beriman
pergi ke Mekkah untuk melaksanakan haji dan menemui Rasulullah saw. Mereka
bertemu di Aqabah. Di sana mereka membai’at (bersumpah setia) kepada Rasulullah
saw. Isi bai’at mereka adalah seperti bai’at kaum wanita. Isi bai’at wanita
adalah, pertama, tidak mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah; kedua,
tidak mencuri; ketiga, tidak akan berzina; keempat, tidak akan membunuh anak-anak
mereka sendiri, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan
dan kaki mereka, dan tidak berdurhakai Rasulullah dalam urusan yang baik.
Mereka juga
shalat bersama Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. mengutus Mus’ab bin
Umair untuk mewakili Rasulullah saw. membacakan Al-Qur’an dan mengajarkan Islam
kepada mereka di Yatsrib.
Pada musim
haji berikutnya Mus’ab bin Umair membawa rombongan muslimin Yatsrib yang
terdiri atas 73 pria dan 2 wanita menuju Mekkah. Mereka membuat janji bertemu
dengan Rasulullah saw. pada pertengahan hari tasyrik di Aqabah. Setelah lewat
sepertiga malam di malam waktu yang dijanjikan, rombongan itu menjumpai
Rasulullah saw. secara diam-diam.
Rasulullah
saw. menerima mereka didampingi oleh Abbas, paman beliau. Abbas menyelidiki
ketulusan orang-orang Yatsrib untuk membela Rasulullah saw. Setelah itu
Rasulullah saw. bersabda, “Aku membai’at kalian untuk membelaku -jika aku
dantang kepada kalian-seperti kalian membela anak dan istri kalian; dan bagi
kalian surga.” Setelah itu, satu per satu orang-orang Yatsrib yang hadir
berdiri dan membai’at Rasulullah saw. Lalu Rasulullah saw. meminta mereka
menyiapkan 12 orang naqib.
Setelah
orang-orang Yatsrib meninggalkan Mekkah, kabar tentang peristiwa bai’at itu
sampai ke telinga kalanga Quraisy. Orang-orang Quraisy berusaha mengejar
rombongan itu, namun tidak berhasil menemukan.
Pada Bai’at
Aqabah kedua ini, Rasulullah saw. menambahkan satu isi yang tidak ada di Bai’at
Aqabah pertama, yaitu syarat ikut berperang. Kaum muslimin Yatsrib diminta
berjanji untuk ikut berperang di sisi Rasulullah saw. Ubadah bin Shamit r.a.
adalah salah seorang yang hadir dalam peristiwa itu. Ia berkata, “Kami telah
berbai’at kepada Rasulullah saw. pada bai’atul-harbi (bai’at perang) untuk
mendengar dan setia dalam keadaan susah dan senang, dalam keadaan bahagia dan
sengsara, serta mendahulukan kepentingan dakwah atas kepentingan diri sendiri,
tidak akan menentang urusan dari ahlinya, mengatakan yang benar di manapun kami
berada, serta kami tidak akan takut kepada celaan orang lain dalam menegakkan
agama Allah.”
Hijrah Ke
Madinah
Rasulullah
saw. memberi izin kaum muslimin untuk hijrah ke Yatsrib. Maka bergegaslah
mereka hijrah diam-diam secara sendiri-sendiri atau berombongan. Hingga kaum
muslimin di Mekkah hanya tersisa Rasulullah saw. bersama Abu Bakar dan Ali bin
Abu Thalib serta beberapa orang lagi yang ditahan paksa musyrikin Quraisy.
Kaum
Quraisy tahu betul bahwa kaum muslimin hijrah ke tepat yang strategis. Yatsrib
adalah lintasan kafilah dagang kaum Quraisy menuju Syam. Karena itu, mereka
khawatir jika Rasulullah saw. sampai ikut hijrah ke Yatsrib akan membuat fatal
urusan dagang mereka. Maka mereka berkumpul di Darun Nadwah.
Mereka
sepakat masing-masing kabilah akan mengirim seorang pemuda dengan pedang
terhunus untuk membunuh Rasulullah saw. secara bersama-sama. Dengan demikian,
darah Rasulullah saw. menjadi noda seluruh kabilah yang ada di Mekkah dan Bani
Abdi Manaf tidak dapat menuntut balas.
Rencana
jahat itu disampaikan Ibis dalam bentuk seorang tokoh dari Nejed, sehingga
secara aklamasi disetujui oleh orang-orang yang hadir.
Allah swt.
mengutus Jibril a.s. untuk mengabarkan rencana jahat itu. Kata Jibril, “Engkau
jangan tidur malam ini di atas tempat tidur yang biasa engkau gunakan.” Lalu
Rasulullah saw. memerintahkan Ali bin Abu Thalib tidur di tempat tidurnya
dengan berselimut.
Para pemuda
utusan seluruh kabilah memata-matai rumah Rasulullah saw. Rasulullah saw.
mengambil segenggam tanah lalu melemparkan ke atas kepala mereka sambil membaca
ayat ke-9 surat Yasin, “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di
belakang mereka dinding pula; dan Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak
dapat melihat.”
Rasulullah
saw. dan Abu Bakar bergegas menuju Gua Tsur. Di sana mereka bersembunyi selama
3 hari. Seekor laba-laba menutupi mulut gua dengan anyaman jaring-jaringnya.
Seekor burung merpati bertelur di depan gua. Abu Fuhairah, pesuruh Abu Bakar,
ditugaskan mengembalakan kambing untuk menghapus jejak Rasulullah saw. Namun,
para pencari jejak kaum Musyrikin Quraisy sampai juga ke mulut Gua Tsur. “Jika
salah seorang di antara mereka melihat ke bawah, niscaya mereka akan melihat
kami,” kata Abu Bakar. Namun Rasulullah saw. berkata kepada Abu Bakar,
“Bagaimana engkau mengira kita dua orang, padahal Allah yang ketiga.”
Di hari
ketiga Abdullah bin Uraiqit yang bukan muslim, datang membawa unta dan menjadi
petunjuk jalan hijrah Rasulullah saw. menuju Yatsrib. Sementara kaum Quraisy
yang merasa kecolongan, mengumumkan hadiah bagi siapa saja yang berhasil
mendatangkan kembali Rasulullah saw. dan Abu Bakar.
Suraqah
berharap mendapat hadiah itu. Ia menemukan jejak Rasulullah saw. Namun ketika mencoba
mendekat, Rasulullah saw. berdoa. Dua kaki depan kuda Suraqah terbenam ditelan
bumi. Suraqah memohon agar Rasulullah saw. mendoakan kudanya keluar dari
himpitan bumi dan ia berjanji akan menghalau para pemburu hadiah dari Nabi dan
Abu Bakar. Rasulullah saw. mengabulkan bahkan menjanjikan gelang Kaisar Persia.
“Bagaimana pendapatmu, wahai Suraqah, jika engkau memakai gelang-gelang Kisra?”
Janji ini terpenuhi di masa Kekhalifahan Umar bin Khaththab.
Rute yang
ditempuh Rasulullah saw. menuju Yatsrib bukan rute biasa. Rasulullah saw.
dibawa Abdullah bin Uraiqit menyusuri pesisir Laut Merah. Dalam perjalanan itu
Rasulullah saw. melawati kemah milik Ummu Ma’bad. Tahun itu adalah musim kering
dan tandus. Tidak ada air. Rasulullah saw. meminta izin kepada Ummu Ma’bad
untuk memerah seekor kambing kurus miliknya.
Rasulullah
saw. memerah susu kambing itu. Satu bejana penuh mereka minum. Sebelum pergi
melanjutkan perjalanan, Rasulullah saw. memerah lagi satu bejana penuh untuk
Ummu Ma’bad. Ketika suaminya tiba, Ummu Ma’bad menceritakan peristiwa itu.
Suaminya berkata, “Demi Allah, aku berpendapat, dialah orang yang sedang
dicari-cari oleh orang Quraisy.”
Tiba Di
Madinah
Sejak
mendengar kabar Rasulullah saw. telah keluar dari Kota Mekkah, setiap hari kaum
muslimin Yatsrib keluar rumah menunggu-nunggu kedatangan beliau. Hingga orang
yang ditunggu itu tiba pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal di tahun ke-13
kenabian.
Seorang
Yahudi berteriak-teriak di atas bangunan tertinggi Yatsrib menginformasikan
kedatangan Rasulullah saw. Orang-orang menyambut Rasulullah saw. yang kemudian
menginap di perkampungan Bani Amr bin ‘Auf selama 14 hari. Di sini Rasulullah
saw. membangun Masjid Kuba. Di hari Jum’at Rasulullah saw. meninggalkan Kuba
dan shalat Jum’at di Bani Salim bin ‘Auf. Rasulullah saw. kembali meneruskan
perjalanan. Orang-orang berebut memegang tali kekang unta beliau dan menawarkan
singgah ke rumah-rumah mereka. Rasulullah saw. berkata, “Biarkan saja unta ini
karena ia berjalan menurut perintah.”
Unta
Rasulullah saw. berhenti di tanah milik dua orang anak yatim yang diasuh As’ad
bin Zurarah. Rasulullah saw. membebaskan tanah itu dengan harga yang layak dan
membangun masjid. Itulah Masjid Nabawi. Selama pembangunan masjid dan rumah,
Rasulullah saw. tinggal sebagai tamu di rumah Abu Ayyub Al-Anshari.
Setelah
beberapa hari Rasulullah saw. mengutus Zaid bin Haritsah dan Abu Rafi menjemput
keluarga Rasulullah saw. yang tertinggal di Mekkah, kecuali putri Rasulullah
yang bernama Zaenab.
Mempersaudarakan
Mujahirin dan Anshar
Selain
membangun masjid, mengubah nama kota dari Yatsrib menjadi Madinah, dan membuat
perjanjian dengan kelompok-kelompok Yahudi dan kabilah lainnya, Rasulullah saw.
juga mempersaudarakan antara kaum muslimin asal Mekkah -disebut
Muhajirin-dengan kaum muslimin asal Madinah -disebut Anshar–. Jumlah mereka
seluruhnya 90 orang pria. Mereka dipersaudarakan untuk saling tolong menolong
dan saling memberi warisan setelah mereka meninggal kelak, selain memberi
warisan kepada kaum kerabat mereka sendiri. Sampai ketentuan saling mewarisi
ini dihentikan oleh Allah swt. dengan turunnya ayat 75 surat Al-Anfal. Dengan
persaudaraan ini, beban sosial dari peristiwa hijrahnya kaum Muhajirin dari
Mekkah yang tanpa membawa harta sedikitpun, terselesaikan.
Perubahan
Arah Kiblat
Selama 16
bulan Rasulullah saw. melaksanakan shalat menghadap ke Baitul Maqdis,
Palestina. Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa Rasulullah saw. menyamai kiblat
mereka. Mereka berkata bahwa arah kiblatnya sama dengan mereka, maka agama
Rasulullah hampir menyamai agama mereka.
Karena itu,
Rasulullah saw. menginginkan agar Allah swt. mengubah arah kiblat ke Mekkah.
Atas harapan Rasulullah saw. ini, Allah swt. menurunkan ayat 144 surat
Al-Baqarah. “Sungguh kami sering melihat wajahmu menengadah ke langit, maka
sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah
wajahmu ke arah Masjidil Haram.”
Atas
perintah Allah swt. ini, seluruh kaum muslimin membalikan arah kiblat 180
derajat, dari Baitul Maqdis menuju Baitullah di Mekkah. Peristiwa besar ini
menjadi ujian bagi kaum muslim dan juga kaum kafir.
Langganan:
Postingan (Atom)